Bab
III
Aktivitas
Akuatik
Materi
Pembelajaran
A.
Renang Gaya Dada
Renang gaya dada sering juga disebut
renang gaya katak. Sebutan ini dikarenakan renang gaya dada tersebut mirip
sekali dengan gerakan katak pada waktu berenang. Perbedaannya, pada manusia
sikap meluncurnya dilakukan dengan kedua kaki dan tangan lurus, sedangkan pada
katak hal ini tidak dijumpai. Gaya pada ini abad ke-19 sudah diajarkan dan
diperlombakan disekolah-sekolah termasuk sekolah militer, sehingga dikenal dengan
nama gaya sekolah atau schoolslag.
Awal tahun 1966 perenang Rusia,
Nikolai Pankain mulai mengembangkan gerakan gaya ini yang dapat menambah
kecepatan gerak tangan melakukan fase istirahat,menghilangkan sikap tentang
tangan bersama-sama dibawah dada. Hal ini merupakan pembaharuan dalam irama
dari gayanya dengan kemungkinan agak sedikit menunda posisi pengambilan nafas.
Pengembangan ini berperan penting dan kini disebut gaya dada Eropa, yang untuk
beberapa hal berbeda dengan gaya dada Amerika.
Renang gaya dada pada dasarnya dapat
ditinjau dari: posisi tubuh, gerakan kaki, gerakan lengan, gerakan pernafasan,
dan koordinasi gerakan. Teknik gerakan renang gaya dada akan diuraikan
satu-persatu sebagai berikut.
1. Latihan Posisi Tubuh
Cara melakukan gerakan posisi tubuh
sebagai berikut:
- Badan beserta seluruh anggota badan rileks. Maksudnya
agar jangan sampai mengeluarkan tenaga yang tidak ada gunanya. Juga
mempermudah membuat posisi badan terapung dipermukaan air.
- Badan harus sehorizontal mungkin agar tahanan terhadap
air sekecil mungkin.
- Sewaktu meluncur ke depan dengan badannya relatif
datar, kepalanya kira-kira 80% dalam air dengan muka agak terangkat
sedikit ke depan.
2.
Latihan Gerakan Kaki
Ada 2 teori mengenai gerakan kaki,
yaitu:
a. Teori Gerakan Baji
Teori ini dikembangkan oleh Davis
Delton pada tahun 1907, yang menyatakan bahwa gerakan maju atau luncuran ke
depan yang diperoleh dari gerakan kaki ialah karena meluruskan atau menyentakan
dua kaki dengan kuat. Akibatnya dari gerakan itu air ditekan antara kaki-kaki
dan mendorong badan maju. Teori ini bertentangan dengan teori Hukum Aksi Reaksi
Newton, yang menyatakan bahwa gerakan maju ke depan (luncuran ke depan) akibat
dari desakan ke belakang. Teori gearakan baji ini sudah jarang atau tidak di
lakukan lagi.
b. Teori Gerakan Cambuk
Teori gerakan cambuk pertama kali
dilakukan oleh Chet Jastremseki pada tahun 1961. Teori ini menyatakan bahwa
gerakan maju atau luncuran ke depan yang di peroleh dari gerakan kaki ialah
dari gerakan mendesak air ke belakang dengan telapak kaki. Teori mendasarkan
pada teori Hukum Reaksi Newton. Sampai sekarang teori ini masih dikembangkan di
mana-mana.
Cara melakukan latihan teori gerakan
mencambuk sebagai berikut:
-
Kedua kaki rapat lurus dan rileks ada di permukaan air
-
Kedua telapak kaki mulai ditarik pelan-pelan, kedua lutut mulai ditarik ke
bawah
-
Tekukkan kedua lutut mendekati selesai, dan tumit terbuka selebar panggul,
telapak kaki menghadap ke atas
-
Tekukkan kedua lutut selesai, telapak kaki tetap menghadap ke atas dan sudah
dekat dengan pantat
-
Lutut masih tetap dalam posisi tekuk, kedua kaki bawah mulai merenggang lebih
lebar ke samping dan telapak kaki mulai memutar ujung-ujung jarinya ke arah
luar
-
Kedua kaki bawah lebih merenggang ke samping diikuti kedua lutut untuk memulai
tendangan. Kedua lutut mulai melurus
-
Tendangan cambuk kedua kaki yang kuat, kedua lutut mendekati lurus
-
Akhiri dari tendangan kedua kaki. Lutut sudah lurus
-
Selesai tendangan kedua kaki. Lutut, tumit lurus dan rapat rileks
- Bentuk-bentuk latihan gerakan kaki.
- Latihan gerakan kaki dengan posisi terlentang
a) Belajar garak
dasar kaki gaya dada sambil duduk di pinggir kolam
b) Belajar gerak
dasar kaki gaya dada sambil berdiri di pinggir menghadap kolam
c)
Belajar gerak dasar kaki gaya dada sambil berdiri di pinggir menghadap
kolam, namun sambil dipegang sebagai bebannya
d)
Belajar gerak dasar kaki gaya dada sambil terapung terlentang dalam memegang
pelampung di kolam
- Latihan gerakan kaki di tempat
a) Latihan gerakan kaki gaya dada
sambil memegang dinding di kolam
b) Seperti latihan diatas, tetapi
menggunakan tahanan kaki
3. Latihan gerakan lengan
Pada prinsipnya gerakan lengan gaya
dada dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
a). Gerakan menarik
Cara melakukannya sebagai berikut.
(1). Menarik kedua telapak tangan
keluar (ke samping sampai berjarak kira-kira 30 cm satu
sama lainnya)
(2). Bengkokkan kedua siku dan
lengan bagian atas di putar sekadarnya, kemudian ditarik
kedua telapak tangan kebelakang
dengan kuat sampai segaris dengan bahu, posisi siku-
siku yang tinggi tampak dengan nyata
pada saat ini.
(3). Putarlah kedua telapak tangan
ke arah dalam, sampai kedua telapak tangan bertemu di
bawah dada.
b). Gerakan istirahat
c). Teknik gerakan
lengan
- 4. Latihan gerakan pengambilan
napas
Gerakan pengambilan napas yaitu
suatu proses menghirup udara. Menghirup udara dilakukan pada akhir pull dari
gerakan lengan, yaitu pada saat tangan siap di dorong kedepan, kepala
diangkat sampai batas mulut keluar permukaan air dan segera menghirup udara,
badan harus tetap diusahakan pada posisi horizontal dan bahu jangan sampai
keluar dari permukaan air.
- Mengeluarkan udara atau napas dilakukan pada saat
recovery lengan, yaitu pada saat tangan didorong ke depan lurus, mulut dan
hidung masuk ke permukaan air. Segera setelah itu udara dikeluarkan
sedikit demi sedikit melalui hidung.
- Latihan gerakan koordinasi
Koordinasi gerakan keseluruhan
renangn gaya dada ialah koordinasi antara gerakan kaki, gerakan lengan dan
gerakan pengambilan napas. Berikut ini akan dikeluarkan serangkaian koordinasi
gerakan renang gaya dada.
-
Kaki lurus ke belakang, lengan lurus ke depan, dengan telapak tangan miring
keluar dan kepala kira-kira 80% masuk dalam air.
-
Kaki masih lurus ke belakang, kedua tangan mulai dibuka ke samping selebar
bahu.
-
Kaki tetap lurus, kedua tangan mulai menarik. Jarak antara kedua tangan sudah
lebih lebar dari bahu dan telapak tangan menghadap ke belakang. Napas
dikeluarkan dan gelembung-gelembung udara keluar dari mulut hidung.
-
Siku-siku mulai dibengkokkan dan lengan atas berputar, tangan menarik dengan
kuat.
-
Seperti latihan diatas, telapak tangan mulai berputar ke dalam dan kepala mulai
terangkat sedikit.
-
Mangambil napas dilakukan pada saat tangan siap didorong ke depan.
-
Pengambilan napas telah selesai dan mulut sudah tertutup. Tangan mulai
digerakan ke depan
-
Leher dilemaskan untuk merendahkan kepala kedalam air kembali. Kaki ditarik ke
pantat sedangkan lengan terus bergerak ke depan sebagai akibat diluruskannya
siku-siku.
-
Kepala terus menunduk karena pengendoran dari leher.
-
Kaki ditendangkan ke belakang melingkar. Napas ditahan dan tidak akan mulai
mengeluarkannya sampai tarikan tangan yang berikutnya dimulai.
-
Seperti latihan nomor ( 10 ) dan kaki mulai merapat.
-
Lengan sudah lurus, perenang menyelesaikan tendangannya dan memusatkan
perhatiannya pada keseimbangan badannya supaya terbentang lurus horizontal.
Selanjutnya kembali dari sikap permulaan lagi.
B. Renang Gaya Bebas
1.Teknik Koordinasi Gerakan
Latihan koordinasi gerakan gaya
bebas adalah latihat yang terpadu dari semua unsur gerakan yang ada pada gaya
bebas, yaitu mulai dari gerakan meluncur yang dilanjutkan dengan gerakan kaki,
lengan dan pernapasan dengan seksama sehingga terwujudlah suatu gaya bebas yang
baik. Yang terpenting pada latihan koordinasi ialah koordinasi antara gerakan
ini merupakan pengatur keseimbangan dan tenaga penggerak atau pendorong.
Lengan dan kaki tidak bekerja
sendiri-sendiri, Irama gerakan kaki harus disesuaikan dengan irama gerakan
lengan. Pada gaya bebas ada beberapa macam gerakan koordinasi yang dihitung
dari beberapa kali gerakan kaki (pukulan) dalam suatu gerakan lengan lengkap
kiri dan tangan. Ada perenang mempergunakan 2 kali pukulan, 4 kali pukulan, 6
kali pukulan dan 8 kali pukulan. Tetapi pada saat ini umum digunakan 6 kali
pukulan, artinya pada saat setiap tiga kali gerakan kaki ke atas dalam setiap
satu kali gerakan lengan.
2. Bentuk-bentuk Latihan Koordinasi
Gerakan
Dari posisi berdiri di air, pada
kedalaman setinggi dada, lakukan luncuran telungkuk ke depan dan
Gerak dasar menarik tangan.
Perhatian diarahkan pada ketepatan pengambilan napas sambil melakukan gerakan
lengan. Lakukan pengmbilan napas dari sisi lengan yang melakukan gerakan. Buang
napas selama muka di dalam air. Usahakan jangan menahan napas terus-menerus.
Variasi Latihan Koordinasi Gerakan
1. Lakukan aktivitas belajar di atas
dengan sambil memegang pelampung.
2. Lakukan aktivitas belajar di
atas, tetapi kaki dan tangan tidak menggunakan pelampung.
3. Lakukan aktivitas belajar di
atas, tetapi kaki melakukan gerakan menendang.
Lakukan aktivitas belajar ini pada
awalnya dikolam dangkal, apabila siswa sudah nampak mahir,
Lakukan pada kolam yang dalam.
Variasi latihan koordinasi gerakan
1. Lakukan aktivitas belajar di
atas, tetapi penekanannya diarahkan pada ketepatan (Timing) mengambil napas
dengan gerak lengan.
2. Lakukan aktivitas belajar
di atas dengan sambil memegang pelampung.
3. Lakukan aktivitas belajar
di atas, tetapi kaki dan tangan tidak menggunakan pelampung.
4. Lakukan aktivitas belajar
di atas, tetapi kaki melakukan gerakan menendang.
Lakukan aktivitas belajar ini pada
awalnya di kolam dangkal, apabila siswa sudah nampak mahir, lakukan pada kolam
yang da lam.
3. Rangkaian Renang Gaya Bebas
secara Keseluruhan
Rangkaian renang gaya bebas terdiri
dari
1) posisi badan,(2) gerakan kaki,(3) gerakan lengan,(4)
gerakan pengambilan napas, dan (5) pengambilan napas. Seluruh rangkaian renang
gaya bebas tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini.
C.
Renang Gaya Punggung
1. Teknik Renang Gaya Punggung
Gaya punggung merupakan gaya
kesayangan bagi perenang pertandingan maupun rekreasi. Dalam proses
pembelajaran menunjukan bahwa perenang-perenang pemula merasa lebih senang
mempelajari gaya punggung dari pada mempelajari gaya bebas, gaya dada atau gata
kupu-kupu. Ini dikarenakan wajah perenang berada di atas permukaan air sehingga
mudah bernapas dan juga lebih mudah membuka mata. Walaupun begitu ada satu
persoalan yaitu perenang tidak dapat melihat kemana-mana.
Sebelum perenang mencoba berenang
menggunakan gaya punggung, dianjurkan agar terlebih dahulu mulai dengan belajar
mengambang atau mengapung pada punggungnya hingga benar-benar santai.
Gaya punggung ini di bagi ke dalam
empat bagian dasar sikap tubuh, gerakan kaki, gerakan lenga, bernapas dan
koordinasi gerak.
a. Sikap Tubuh
Sikap tubuh pada renang gaya
punggung yang benar adalah santai dan mengambang seakan-akan air menyangga
tubuh. Punggung perenang harus rata dengan pangkal paha merapat pada permukaan
air. Kepala menghampar ke belakang dan air sejajar dengan kedua telinga.
b. Gerakan Kaki
Tendangan mengipas-ngipas yang
terus-menerus adalah kunci penting untuk berhasil. Selama kaki bergerak, lutut
harus sedikit bengkok, sementara dengan jari-jari kaki menendang ke atas. Jari-jari
kaki harus diluruskan dengan pergelangan selonggar mungkin, sehingga
menghindari cebar-cebur air sedikit mungkin.
c. Gerakan Lengan
Pertama-tama jari kelingking
memasuki air tepat di belakang atau di sisi luar, bahu bergerak dalam air 10
-15 cm sebelum mulai gerak menarik. Kemudian menarik dan mendorong air dengan
gerakan melempar. Setelah tahap mendorong dari gaya ini, tangan di angkat ke
luar dari air ini di sebut masa pemulihan kembali. Cara termudah untuk
memulihkan kembali tangan adalah dengan menjaga agar tetap lurus dan
mengangkatnya pun harus tegak. Ini akan membuat jari kelingking masuk lebih
dulu ke dalam air.
d. Bernapas dan koordinasi gerak
Pada saat satu tangan selesai
mendorong air, tangan yang lain harus masuk air. Pada waktu yang sama, jari-jari
kaki harus tinggal di atas membuihkan air, pola bernapas yang sederhana adalah
menghirup ketika tangan kanan keluar dari air dan memghembuskan ketika tangan
kiri keluar dari air. Cara mudah untuk melatih bernapas adalah apabila bergerak
perlahan dengan kecepatan tetap.
D. Penyelamatan di Air
1. Hakikat Penyelamatan
di Air
Olahraga renang merupakan olahraga
yang menyenangkan. Akan tetapi kita harus waspada akan bahaya di air. Bahaya
itu justru timbul dari diri sendiri. Penyebab terjadinya bahaya di air antara
lain panik, gugup, sulit bernapas, kejang otot, dan adanya ombak.
Setiap orang hendaknya mampu
mengendalikan diri terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan di air. Kemampuan
mengatasi kecelakaan di air merupakan hal yang penting. Hal ini merupakan
langkah awal sebagai usaha menghindarkan bahaya di air.
Kejadian bahaya di air biasanya akan
berakibat fatal. Pada umumnya bahaya kecelakaan di air adalah ketika korban
tidak dapat bernapas lagi akibat adanya air yang masuk ke dalam saluran
pernapasannya. Ketika mulut dan hidung korban kemasukan air maka kemungkinan
proses pernapasannya akan terganggu. Korban akan mengalami sulit untuk bernapas
sehingga kejadian ini akan berakibat fatal bagi korban. Untuk itu kita harus
mengetahui dasar-dasar penyelamatan di airuntuk mengantisipasi kecelakaan di
air.
2. Usaha-usaha
Penyelamatan Diri di Air
Hal-hal yang harus diperhatikan
untuk menjaga keselamatan diri di air sebagai berikut:
- Mempelajari kemampuan berenang dengan baik, paling
tidak mampu untuk menyelamatkan diri sendiri jika terjadinya bahaya saat
di air.
- Jangan berenang sendiri. Hendaklah berenang bersama
dengan orang lain yang mampu memberikan
pertolongan jika diperlukan.
- Berenang di tempat atau daerah-daerah yang
diperbolehkan menurut peraturan yang ada.
- Berusaha sebaik-baiknya memtuhi peraturan-peraturan
yang berlaku di kolam renang/pantai.
- Berusaha mempelajari cara-cara praktis memberi
pertolongan atau penyelamatan diri, jika terjadi kecelakaan.
- Memahami cara memberikan pertolongan pernapasan buatan
(resusitasi).
- Mengetahui kemampuan diri dan jangan sekali-kali
mencoba diluar batas kemampuan.
- Selalu menghindari atau berada diluar air, apabila
beberapa saat setelah makan, arus deras,ataupun halilintar.
- Selalu menjaga jarak dengan menara ataupun tempat papan
loncat indah saat berenang, agar dapat terhindar dari kecelakaan.
- Mematuhi instruksi guru sebelum turut serta dalam
kegiatan olahraga air.
- Berusaha meminta pertolongan, jika sangat membutuhkan.
3.
Pertolongan Kecelakaan di Air
Seringkali kita bingung dan akan
panik, jika salah seorang teman mengalami kecelakaan di air. Gugup akan makin
menjadi-jadi, bahkan mberkembang menjadi panik oleh karena tidak ada satu pun
yang sanggup memberi pertolongan. Kalaupun bisa berenang hanya alakadarnya, sehingga
tidak mungkin bisa memberi pertolongan.
Ketakutan semacam itu bisa saja
menghantui setiap orang yang belum mampu berenang dengan baik. Bahkan sering
timbul kesan jika dirinya memberi pertolongan, malah ia terbawa menjadi korban
juga. Sebenarnya kekhawatiran tersebut tidak perlu terjadi apabila penolong
tidak panik. Bagaimana pun korban sangat membutuhkan pertolongan dengan segera,
sebab suatu keterlambatan akan berakibat kematian.
Cara memberikan pertolongan kepada
korban tenggelam sebagai berikut.
a. Memberi pertolongan dengan
jangkauan
Memberi pertolongan dengan jangkauan
dari atas kolam dilakukan karena korban berasa didekat jangkauan. Cara
memberikan pertolongan dengan jangkauan sebagai berikut.
1. Pertolongan dengan jangkauan dari
dek
2. Pertolongan dengan jangkauan
turun tangga
3. Pertolongan dengan jangkauan
melalui kaki
4. Pertolongan dengan korban jauh
dari jangkauan
5. Pertolongan dengan memggunakan
ring pelampung
6. Pertolongan dengan menggunakan
ban
b. Teknik-teknik membawa korban kecelakaan
air
Teknik dasar membawa korban
kecelakaan air sebagai berikut.
1. Melakukan renangan pertolongan
dengan baik
2. Memegang lengan dari depan
3. Memegang lengan dari belakang
4. Memegang lengan korban dengan dua
orang penolong
4. Pernapasan buatan
Beberapa cara memberikan pernapasan
buatan, antara lain:
a. Pernapasan dari mulut ke mulut
b. Pernapasan dari mulut melalui
tube dengan masker muka
c.Pernapasan dengan menggunakan
balon dan masker muka
d. Pernapasan dengan menggunakan
resusitator manual atau otomatis