Bab
IV
AKTIVITAS
PENJELAJAHAN
A.
Perlengkapan Mendaki Gunung
Untuk sebuah pendakian gunung
dibutuhkan perlengkapan yang memadai. Perlengkapan mendaki gunung antara lain :
- Sepatu
Sepatu merupakan perlengkapan
terpenting dalam mendaki gunung. Sepatu untuk mendaki gunung harus memiliki sol
yang baik, yaitu mempunyai kembang ”kembang” yang besar dengan ceruk yang tajam
serta berpunggung tinggi. Sol seperti ini berguna sekali untuk meletakkan kaki
secara mantap pada tebing-tebing curam dan berbatu, sangat membantu kaki untuk
menahan berat badan pendaki
- Ransel
Perlengkapan untuk membawa semua
barang ketika berjalan atau mendaki gunung ialah ransel. Komponen penting pada
sebuah ransel adalah sabuk penggendong. Setiap ransel mempunyai dua buah tali
yang menyilang di bahu. Sabuk yang baik adalah yang dilapisi busa atau bahan
lembut lainnya agar beban ransel tidak menyebabkan bahu sakit.
Kenyamanan membawa ransel tergantung
pada pengepakan barang didalamnya. Prinsip yang harus dipegang dalam pengepakan
adalah :
- letakkan barang-barang yang berat di bagian atas dan barang-barang yang ringan di bagian bawah.
- Letakkan barang-barang yang dibutuhkan dalam perjalanan di bagian atas. Sedapat mungkin kelompokan barang-barang tersebut menurut fungsinya, lalu letakan bersama-sama menurut tingkat kebutuhannya.
- Manfaat ruangan yang ada pada ransel seefisien mungkin. Maksudnya, apabila ada panci didalam ransel, jangan biarkan ruangan di dalam panci kosong, isilah dengan benda-benda lainnya yang dapat masuk, misalnya beras dan telur.
- Pakaian
Karena sering terjadi perubahan suhu
udara secara tidak terduga di gunung, maka pakaian mendaki harus dipilih sesuai
dengan keadaan tersebut. Bahan maupun model pakaian mesti dipilih untuk menjaga
kehangatan tubuh, mampu menahan serangan angin atau hujan. Parkan dan anorak
adalah model jaket untuk menahan angin dan menahan air (jaket hujan). Secara
umum parka untuk menahan angin terdiri dari 2 jenis. Jenis pertama adalah parka
yang terbuat dari bahan sederhana seperti katun atau nilon, contoh sweater.
Jenis kedua adalah yang disebut super parka atau down jaket. Jaket ini terbuat
dari dua lapis yang berisi dacron atau down, jaket jenis ini berguna sekali
untuk udara dingin di gunung, gunung es, karena mampu menghangatkan tubuh kendati
suhu udara berada di bawah 0 derajat celcius.
- Tenda
Tenda merupakan tempat yang terbaik
untuk berlindung terhadap angin dan hujan. Tidur di tenda yang nyaman akan
mengembalikan tenaga, agar mampu melanjutkan pejalanan esok hari.
- Perlengkapan Tidur
Bahan yang terbaik untuk kantung
tidur di gunung adalah down atau duvet, adalah bulu-bulu halus dari unggas
akuatik seperti angsa dan bebek.
- Perlengkapan Masak
Kalau tidak terpaksa sekali, masak
di atas gunung dengan menggunakan kayu sudah bukan jamannya lagi. Di Indonesia
memang kebanyakan gunung berhutan lebat dan mudah mencari kayu untuk memasak,
tetapi pada beberapa gunung tinggi di Irian Jaya sama sekali tidak ditemukan
sepotong kayu pun untuk digunakan sebagai bahan bakar.
Kompor yang kecil dan praktis adalah
pilihan terbaik untuk masak di gunung. Di beberapa kota besar di Indonesia,
kompor gas butana (butane) yang kecil dan ringan menjadi pilihan.
Perlengkapan yang lebih praktis
adalah yang biasa disebut nesting, yaitu satu set panci yang dapat disusun
menjadi atau apabila tidak dipakai.
- Perlengkapan Makanan
Makanan siap pakai (instan)
merupakan pilihan pertama untuk dibawa sebagai bekal mendaki gunung. Banyak
keuntungan dari makanan siap pakai ini, yaitu ringkas serta cepat masak,
sehingga menghemat waktu dan bahan kompor.
B.
Penyelamatan di Pegunungan
Pendakian memang dimulai dari padang
rumput atau hutan, tapi mungkin setelah melalui jalan tersebut terdapat karang
curam, yang kelihatannya gampang untu ditempuh dan hanya sekali menggunakan
tangan yang disebut dengan Grase I. setelah itu terdapat karang yang lebih
curam yang disebut dengan Grase II dan III, disini para pemanjat harus
menggunakan tali bersama-sama jika terjadi satu yang terpeleset maka yang
lainnya dapat menghalangi dari jatuh. Jika karang lebih curam lagi atau yang
disebut Grase IV dan V, semua pendaki sebaiknya berhenti ditempat yang aman,
kemudian seorang leader melakukan pemanjatan dan pendaki kedua mengulurkan tali
kepada leader yang terus melakukan pemanjatan, setelah leader mencapai tempat
aman kemudian satu persatu anak buahnya memanjat sesuai dengan awal panjatan
dari seorang leader.
0 komentar:
Posting Komentar